Kesendirian selalu memberikan banyak waktu bagi kita untuk dapat lebih mengenal siapa kita secara lebih intim. Merefleksikan diri dengan kejadian yang selama ini kita alami, mengajak hati berbicara dan membaginya dengan logika.Dalam kesendirian pulalah, saya banyak menuliskan apa yang saya rasakan, berkaca dengan ingatan yang masih sangat melekat dan mencoba untuk memosisikan diri saya menjadi orang lain, mendengarkan mereka bercerita, dan memahami setiap hal yang terjadi. Di sanalah sedikit demi sedikit saya sadar. Lalu, sedikit menelisik kehidupan cinta, saya pun sering larut dalam kesendirian..dan malam itu saya pun merangkai huruf-huruf yang beterbangan di atas kepala saya lalu menuliskannya berdasar alur hati..
Sungguh tak ingin ku merasa lelah, agar kau tahu betapa ku mencintamu.
Tuhan, jangan Kau hapus rasa ini, walau ku tahu hanya sakit yang akan ku rasa.
Sekalipun tak kau tatap hati ini, dan tak kau sentuh cintaku.
Sadarilah cinta ini selamanya tetap utuh
Biar waktu dan hanya bayangmu yang menemaniku
Hingga ujung usiaku, kaulah yang ada di relungku
Mungkin kau memang bukan hidupku, namun kaulah bahagiaku
Jika kata tak mampu meluluhkanmu, dan raga tak sanggup menahanmu
Maka hati dan jiwa yang setia memegangmu
Cintaku, cinta dirimu
Hatiku, terpatri pada satu hatimu
Harapku, tertanam untuk kembali bersamamu
Sungguh karena dirimu satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar