Jumat, 14 Oktober 2011

Terlambat


Di sudut mana kelelahan itu tampak, apa kau melihatnya?
Seberapa lama ia memeluk rindu, apa kau menghitungnya?
Dengan siapa ia berjalan di tengah keramaian , apa kau menemaninya?

Lalu,
Sejauh apa ia menyadari bahwa dunia ini hanyalah sandiwara
Permainan alur kehidupan, dan ia sebagai pemeran utama
Bukan tentang menang atau kalah, kuat atau tidak kuat
Ataukah ia tak sadar jika gelembung sabun yang indah itu sudah meletus di udara
‘plop’ pecah, dan hilang, lenyap, tiba-tiba…
Ini masanya, ya!
Suatu waktu di mana pesakitan itu datang
Suatu waktu di mana ia menyadari bahwa cinta terkadang tidak rasionalis

Ia menuliskan mu pada sebuah kata, merangkainya dalam sebuah sajak
Seakan tak pernah habis, kamu mewakili setiap coretan  di dinding kamarnya
Perjalanan panjang yang membawanya pada suatu titik
Titik di mana ketika ternyata kamu sudah benar-benar lelah dan ia mulai berjuang
Terlambat !

Selebihnya, apa arti mencintai?
Terbatas oleh hati yang lelah dan akhirnya menyerah?
Bukankah kau yang mengajarkannya tentang cinta
Terlambat !


"bahkan di sini masih berdiam, sesuatu yang dulu kau sebut cinta"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar